MTsN 3 Nganjuk – Selasa, 25 November yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk resmi mengukuhkan para Duta Literasi dari berbagai jenjang pendidikan RA hingga MA di bawah naungan Kementerian Agama. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Nganjuk, Abdur Rahman, S.Ag., M.Pd.I.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh perwakilan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Nganjuk, perwakilan Forum Nyalanesia, serta Ketua Literasi Kabupaten Nganjuk sekaligus Pengawas Madrasah, Heny Suci Herawati, S.Pd., M.Pd. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya komitmen lintas lembaga dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag menegaskan bahwa gerakan literasi merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta penguatan daya saing generasi muda. Ia berharap para duta literasi dapat menjadi motor penggerak yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, empat guru dari MTsN 3 Nganjuk turut dikukuhkan sebagai Duta Literasi, yaitu:
- Tsalatsa Yuhanti, S.Pd.
- Erli Yusfitasari, S.Pd.
- Moh. Ilham Pahlevi, S.Pd.
- Achmad Agus Fauzi Tamim, S.Pd.I.
Para duta terpilih ini diharapkan mampu menjadi teladan dalam menggagas program-program literasi, meningkatkan minat baca siswa, memperkuat budaya menulis di madrasah, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem literasi yang dinamis.
Dengan dikukuhkannya para duta literasi, diharapkan gerakan literasi di lingkungan madrasah semakin berkembang, inovatif, dan berdampak luas, sehingga mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, kritis, dan kreatif demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya itu pada kegiatan tersebut Tsalatsa Yuhanti, salah satu guru MTsN 3 Nganjuk menyampaikan kepada bapak Kantor Kemenag Kab. Nganjuk tentang buku antologi puisinya yang kebetulan ia termasuk penulis terpilih dari para penyair 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Prestasi literasi kita sudah merambah ke tingkat internasional. (Tim Jurnalis/Humas)