Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta

MTsN 3 Nganjuk, (23/08/2025) – Guru dan pegawai MTsN 3 Nganjuk mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Pembinaan Kelembagaan yang digelar di Auditorium RM 45 Prambon. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala MTsN 3 Nganjuk, Sundosin, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman.

Hadir sebagai pemateri yaitu Sutopo (Penma), Farid Wajdi (Kabag TU), Wasis (Analis SDM), Andy (Kepegawaian), Analisis Perencana APBN, dan Henny Suci Herawati (Pengawas).

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pondasi utama pendidikan. KBC dipandang sebagai wujud implementasi asta protas yang berorientasi pada pendidikan unggul, ramah, dan berintegritas. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, agar pendidikan tidak terjebak pada konsep schooling without learning.

Workshop juga menyoroti delapan dimensi profil lulusan—keimanan, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi—yang melengkapi profil pelajar Pancasila. Guru diingatkan bahwa mendidik adalah pekerjaan mulia, sementara mengajar merupakan rekreasi bernilai, sehingga setiap guru, termasuk guru BK, harus menjalankan tupoksi dengan penuh tanggung jawab.

Disampaikan pula hasil survei tahun 2022 yang menunjukkan hanya 1% siswa mampu menyelesaikan soal HOTS. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar konsep deep learning benar-benar diterapkan, tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kurikulum, pembahasan juga mencakup pengelolaan aset dan keuangan agar lebih transparan, dengan guru dituntut akuntabel dalam setiap kegiatan. Pada sesi ke-ASN-an, peserta diingatkan untuk mengamalkan lima budaya kerja ASN, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Profesionalitas ditekankan sebagai kerja yang serius, detail, dan sungguh-sungguh, sebagaimana amal yang dicintai Allah SWT.

Materi kepegawaian turut membahas penyelesaian tenaga honorer menuju PPPK, peluang formasi guru baru, kebijakan rolling jabatan, serta persyaratan kenaikan pangkat yang harus melalui jenjang jabatan dan uji kompetensi (UKOM). Guru juga diminta untuk lebih peduli terhadap sinkronisasi data pribadi agar validitas data kepegawaian dan keuangan tetap terjaga. Dengan adanya workshop ini, diharapkan guru dan pegawai MTsN 3 Nganjuk semakin profesional, inovatif, serta siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan KBC demi tercapainya pendidikan yang unggul, ramah, dan berintegritas. (Tim Jurnalis/Humas)

Jurnalis Madtsanegta

Tim Jurnalis MTsN 3 Nganjuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *